JasaWebsite
Kembali ke Daftar SEO Dasar

Riset Keyword 101: Menemukan Apa yang Dicari Orang

Dipublikasikan: 2024-05-31

Apa Itu Riset Keyword?

Riset Keyword (Kata Kunci) adalah proses menemukan, menganalisis, dan memilih frasa atau kata yang digunakan orang-orang (target pasar Anda) saat mencari informasi, produk, atau layanan di mesin pencari.

Bayangkan Anda menjual "Sepatu Lari". Jika Anda menulis artikel panjang lebar menggunakan kata "Alas Kaki Olahraga", padahal calon pembeli Anda di Google mencari "Sepatu Jogging Murah", maka kalian tidak akan pernah bertemu. Riset keyword menjembatani bahasa Anda dengan bahasa pelanggan Anda.

3 Jenis Utama Kata Kunci (Berdasarkan Niat / Intent)

Sebelum meriset, Anda harus paham niat (Search Intent) di balik sebuah pencarian:

1. Informational (Mencari Informasi)

Pengguna hanya ingin jawaban atas sebuah pertanyaan atau ingin belajar sesuatu.

  • Contoh: "Cara menghilangkan noda di sepatu", "Apa itu SEO", "Tips lari pagi".
  • Cocok untuk: Artikel blog dan panduan edukasi.

2. Navigational (Mencari Merek/Situs Tertentu)

Pengguna sudah tahu ke mana mereka ingin pergi, mereka hanya menggunakan Google sebagai jalan pintas.

  • Contoh: "Login Facebook", "Harga layanan Arif Web", "Tokopedia sepatu".
  • Cocok untuk: Halaman Beranda atau Halaman Tentang Kami.

3. Transactional / Commercial (Niat Membeli)

Ini adalah "Keyword Emas". Pengguna sudah siap mengeluarkan uang atau sedang membandingkan produk terakhir sebelum membeli.

  • Contoh: "Jual sepatu lari Nike di Jakarta", "Harga jasa pembuatan website", "Promo diskon iPhone 15".
  • Cocok untuk: Landing Page, Halaman Layanan, atau Halaman Produk.

Cara Riset Keyword Sederhana (Gratis)

Sebagai pemula, Anda tidak perlu langsung membeli tools SEO mahal yang harganya jutaan per bulan. Gunakan cara berikut:

1. Google Autocomplete (Saran Otomatis Google)

Pergi ke beranda Google. Ketikkan kata dasar bisnis Anda (misal: "Jasa Website"), tetapi JANGAN tekan Enter. Perhatikan saran yang muncul ke bawah.

  • Saran-saran ini adalah apa yang benar-benar diketik oleh orang-orang (berdasarkan volume tertinggi). Ini adalah ide keyword yang sangat valid.

2. Penelusuran Terkait (Related Searches)

Lakukan pencarian, lalu scroll hingga ke bagian paling bawah halaman pertama Google.

  • Anda akan melihat bagian "Penelusuran terkait". Ini adalah variasi kata kunci yang berhubungan erat dengan apa yang baru saja Anda cari.

3. Menggunakan Google Keyword Planner

Ini adalah alat gratis yang disediakan di dalam akun Google Ads. Anda bisa memasukkan kata apa saja, dan Google akan menunjukkan seberapa sering (volume pencarian) kata tersebut diketik dalam sebulan di negara/kota tertentu.

Strategi Short-Tail vs Long-Tail

  • Short-Tail Keyword (Pendek): Terdiri dari 1-2 kata. (Contoh: "Sepatu" atau "Jasa Website"). Volume pencariannya sangat besar, tapi persaingannya sangat "berdarah-darah" karena jutaan web berebut di situ.
  • Long-Tail Keyword (Panjang): Terdiri dari 3 kata atau lebih, dan jauh lebih spesifik. (Contoh: "Jual sepatu lari pria ukuran 42 warna hitam" atau "Jasa pembuatan website perusahaan di Surabaya"). Volume pencariannya lebih sedikit, TAPI orang yang mencari ini memiliki tingkat persentase membeli yang jauh lebih tinggi.

TIPS EMAS: Sebagai website yang baru berkembang, targetkanlah Long-Tail Keywords. Persaingannya jauh lebih mudah untuk Anda menangkan di awal!